Pada Tahun 2015 telah disepakati oleh 5 pemegang saham mendirikan PT. Sarana Sehat Saras Barokah dengan legalitas oleh Kemenkumham RI No. AHU-3510303.AH.01.11 tahun 2015 tanggal 28 Mei 2015. Seiring berjalannya waktu dan dinamika perseroan, telah dilangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham dimana 2 (dua) pemegang saham menjual sahamnya kepada pihak pemegang saham internal, sehingga terjadi perubahan akta PT. Sarana Sehat Saras Barokah dimana pemegang saham semula 5 orang menjadi 3 orang. Untuk itu telah dilakukan perubahan akta PT. Sarana Sehat Saras Barokah yang disahkan oleh Kemenkumham RI No. AHU-3584256.AH.01.11 tahun 2015 tanggal 25 November.

PT. Sarana Sehat Saras Barokah merupakan perseroan yang menjadi induk dilahirkannya RS Saras Ibnu Sina Sukowati; yang artinya keseluruhan proses perijinan serta terwujudnya rumah sakit sepenuhnya berasal dari setoran modal dan menjadi tanggung jawab para pemegang sahamnya. Dengan demikian seluruh proses operasional rumah sakit tidak bisa dilepaskan dari induknya PT. Sarana Sehat Saras Barokah.Rumah Sakit Umum Saras Ibnu Sina Sukowati mulai dibangun pada tanggal 17 Juli 2017, berlokasi di Jalan Jatayu RT 03 RW 02, Taman Agung, Nglorog, Sragen, Jawa Tengah. Telp 0271-8852000. Di atas areal tanah seluas ± 12.880 m2. Secara legalitas disahkan pada tanggal 03 November 2018.

Rumah Sakit Umum Saras Ibnu Sina Sukowati didirikan dan diprakarsai oleh dr. Paramasari Dirgahayu, PhD, Dra. Hariyanti, S.Psi.MBA, dr. Riza Novierta, M.Kes selaku Pengurus dari PT. Sarana Sehat Saras Barokah. Jabatan direktur PT. Sarana Sehat Saras Barokah oleh dr. Paramasari Dirgahayu, PhD sedangkan sejak awal diresmikannya pada tanggal 03 November 2018 direktur Rumah Sakit Umum Saras Ibnu Sina Sukowati dijabat dr. Agus Atmanto, MPH.

Pelayanan kesehatan yang ada pada waktu itu adalah klinik umum, klinik spesialis (bedah, jantung, kandungan, penyakit dalam dan kesehatan anak), klinik gigi, instalasi gawat darurat, rawat inap yang terdiri dari kelas I, II, III, VIP dan VVIP, serta dilengkapi pelayanan laboratorium, alat X-Ray, USG, EKG, kamar obat,fisioterapi. Sebagai rumah sakit yang baru berdiri maka jumlah pasien yang dilayani tidak terlalu banyak.  Memasuki bulan ke-2 operasional rumah sakit, jumlah pasien yang datang meningkat dikarenakan  penduduk yang sudah cukup banyak mengenal adanya rumah sakit baru, RSU Saras Ibnu Sina Sukowati dan dikarenakan meningkatnya kebutuhan pelayanan rawat inap di Kabupaten Sragen